Berkorban demi ruang gelap, atau demi D
dan ruang gelap…?
Hidup yang selalu ada pertanyaan tentang yang lebih baik
atau lebih buruk kenyataan dan ilusi dalam kehidupan yang tiada batas cinta
atau hanya sekedar pengorbanan semata, penyiksaan dalam hidup untuk kedewasaan
manusia saja semua jadi pertanyaan serta jawaban tersendiri. datang tanpa
mencaritau, diam atau berlari semua akan sama saja jawabannya.
Ketika mencoba menjadi lebih baik dan menjadi orang yang berarti
dalam hidup ada yang datang secara perlahan didalam hidupku tanpa sengaja namun
menjadi nyata dalam kehidupan ketika hidupku mulai tentram dan merasa
diatas D datang dengan perbedaan yang sangat luar biasa
bertanya dalam hatiku apa ini berbeda lagi..? Kurasa ia semakin lama mengamati
dan mencuri kehidupan D dari dirinya betapa tersadarnya aku
dalam tidur bahwa D begitu sempurna dan begitu indah yang
kucuri dari D tak pernah kusangka yang kucuri bukan barang
antic ternyata bongkahan permata yang berkilau sehingga mata harus tertutup tak
sanggup untuk menantapnya secara langsung. Aku berkata “ takkan kulepas barang
begitu berharga ini dari dalam hidupku” memegang erat perkataan itu, semakin
lama semakin terpegang erat-erat tanpa memberinya ruang untuk dicuri oleh orang
lain,
Semakin lama permata yang berharga itu semakin menyatu denganku
dan menjadi pemilik tunggal dari kehidupan yang sementara, karena telah menyatu
dalam hidupku aku bersinar seperti D yang telah kumiliki semenjak
lama. Demi barang berharga semua akan dilakukan untuk menjaganya” Apa itu
benar?
Tentu saja tidak manusia!!!
Kenapa tidak, itu sangat berharga bukan?
Betul manusia!!!
Terus?
Teruslah bertanya dalam hidup!!!
Pertanyaan itu begitu mengelitik dihati bukan?Namun aku telah
menjalaninya semasa aku hidup bila dirasakan siapapun telah menyadari
pertanyaan diatas dan jawabannya menjadi misterius dalam perjalanan hidup.
Memang betul permata yang telah kucuri begitu berharga dan selalu kujag
asehingga menjadi pemilik tunggal keberadaanya telah diakui dan kepemilikannya
adalah atas namaku. D adalah barang yang berharga yang
kumiliki ya betul, dan aku juga menjaganya dengan baik serta sebagai balasan menjaganya akupun disinari menjadi lebih
bercahaya itu bukan khayalan semata bersatu padu dalam hidupku.
Akubersinarbukan! Namunadasuatuhal yang membuat pertimbangan
antara permataku dengan aku harus terlepas yaitu terlepas dari masalalu yang
tak kujalani. Kenapa aku melepas permata yang berkilau itu dari hidupku? Karena
setelah mencoba merasakan masalalu yang tak kujalani yang begitu gelap sampai
tak bisa melihat apapun didalam suatu ruangan yang begitu hampa seperti
tercekik karena udarapun tak bisa masuk kedalam. Dengan melepas permata
setidaknya bisa memberi ruang cahaya dan udara itu masuk kedalam ruangan yang
hampa dan gelap itu.
Secara tidak kusadari kukorbankan permata itu untuk membuat cahaya
serta udara masuk kedalam ruangan itu. Kejadian ini membuat suatu pertanyaan
benar atau salah yang telah kuperbuat…?
Jika aku meletakkan permata itu didalam ruangan itu untuk
menyinari kegelapannya apa betul dia akan terjaga dan tetap bercahaya belum
tentu ia, karena debu akan menutupi sinarnya dan lama kelamaan ruangan itu
gelap kembali. Setelah kulepas permata itu apa betul dia dijaga pemilik
barunya? Itu juga belum tentu terjadi! Karena belum tentu permata yang berharga
bagiku tidak begitu berharga bagi yang lain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar