Rabu, 07 Juni 2017

Berkorban demi ruang gelap, atau demi D dan ruang gelap…?

Berkorban demi ruang gelap, atau demi D dan ruang gelap…?

Hidup yang selalu ada pertanyaan tentang  yang lebih baik atau lebih buruk kenyataan dan ilusi dalam kehidupan yang tiada batas cinta atau hanya sekedar pengorbanan semata, penyiksaan dalam hidup untuk kedewasaan manusia saja semua jadi pertanyaan serta jawaban tersendiri. datang tanpa mencaritau, diam atau berlari semua akan sama saja jawabannya.

Ketika mencoba menjadi lebih baik dan menjadi orang yang berarti dalam hidup ada yang datang secara perlahan didalam hidupku tanpa sengaja namun menjadi nyata dalam kehidupan ketika hidupku mulai tentram dan merasa diatas datang dengan perbedaan yang sangat luar biasa bertanya dalam hatiku apa ini berbeda lagi..? Kurasa ia semakin lama mengamati dan mencuri kehidupan dari dirinya betapa tersadarnya aku dalam tidur bahwa begitu sempurna dan begitu indah yang kucuri dari tak pernah kusangka yang kucuri bukan barang antic ternyata bongkahan permata yang berkilau sehingga mata harus tertutup tak sanggup untuk menantapnya secara langsung. Aku berkata “ takkan kulepas barang begitu berharga ini dari dalam hidupku” memegang erat perkataan itu, semakin lama semakin terpegang erat-erat tanpa memberinya ruang untuk dicuri oleh orang lain,
Semakin lama permata yang berharga itu semakin menyatu denganku dan menjadi pemilik tunggal dari kehidupan yang sementara, karena telah menyatu dalam hidupku aku bersinar seperti D yang telah kumiliki semenjak lama. Demi barang berharga semua akan dilakukan untuk menjaganya”  Apa itu benar?
Tentu saja tidak manusia!!!
Kenapa tidak, itu sangat berharga bukan?
Betul manusia!!!
Terus?
Teruslah bertanya dalam hidup!!!
Pertanyaan itu begitu mengelitik dihati bukan?Namun aku telah menjalaninya semasa aku hidup bila dirasakan siapapun telah menyadari pertanyaan diatas dan jawabannya menjadi misterius dalam perjalanan hidup. Memang betul permata yang telah kucuri begitu berharga dan selalu kujag asehingga menjadi pemilik tunggal keberadaanya telah diakui dan kepemilikannya adalah atas namaku. adalah barang yang berharga yang kumiliki ya betul, dan aku juga menjaganya dengan baik serta sebagai balasan menjaganya akupun disinari menjadi lebih bercahaya itu bukan khayalan semata bersatu padu dalam hidupku.
Akubersinarbukan! Namunadasuatuhal yang membuat pertimbangan antara permataku dengan aku harus terlepas yaitu terlepas dari masalalu yang tak kujalani. Kenapa aku melepas permata yang berkilau itu dari hidupku? Karena setelah mencoba merasakan masalalu yang tak kujalani yang begitu gelap sampai tak bisa melihat apapun didalam suatu ruangan yang begitu hampa seperti tercekik karena udarapun tak bisa masuk kedalam. Dengan melepas permata setidaknya bisa memberi ruang cahaya dan udara itu masuk kedalam ruangan yang hampa dan gelap itu.
Secara tidak kusadari kukorbankan permata itu untuk membuat cahaya serta udara masuk kedalam ruangan itu. Kejadian ini membuat suatu pertanyaan benar atau salah yang telah kuperbuat…?
Jika aku meletakkan permata itu didalam ruangan itu untuk menyinari kegelapannya apa betul dia akan terjaga dan tetap bercahaya belum tentu ia, karena debu akan menutupi sinarnya dan lama kelamaan ruangan itu gelap kembali. Setelah kulepas permata itu apa betul dia dijaga pemilik barunya? Itu juga belum tentu terjadi! Karena belum tentu permata yang berharga bagiku tidak begitu berharga bagi yang lain.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar